Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian
Pendidikan
di Era Millenial
Pendidikan
merupakan hal yang paling penting untuk keberlangsungan hidup dan negara ini.
Karena tanpa adanya pendidikan kita akan merasa kebingungan mau dibawa kemana
arah hidup kita. Peran penting dalam pendidikan yang pertama pastinya keluarga.
Maka dari itu keterlibatan keluarga dalam pendidikan sangat penting.
Pada
era yang serba digital ini teknologi sudah sangat merajai dunia. Teknologi
memudahkan kita untuk melakukan aktivitas. Hal tersebut memunculkan berbagai
hal yang serba memakai teknologi, seperti ojek online, taksi online,
membeli tiket melalui online bahkan
pendidikan pun bisa melalui online.
Seiring
berjalannya waktu dengan kecanggihan teknologi, kita lebih mudah mengakses
sesuatu. Kita bisa terhubung dengan banyak orang di seluruh dunia untuk
berinteraksi, kita dapat mengenal kebudayaan orang lain dsb. Selain itu, banyak
edukasi yang kita dapatkan melalui teknologi komunikasi seperti internet.
Contohnya melalui Youtube.
Youtube
merupakan sebuah aplikasi yang sedang populer belakangan ini, di youtube kita dapat melihat berbagai
macam video tentang apapun terutama menyangkut pendidikan atau edukasi. Ada
tutorial memasak, belajar bahasa inggris, belajar persiapan UN, belajar persiapan
SBMPTN, belajar tentang pengetahuan yang ada di seluruh dunia dsb. Pendidikan
jaman sekarang ini sudah banyak melalui internet.
Ada
banyak orang yang memanfaatkan internet sebagai edukasi agar masyarakat lebih
mudah mengaksesnya. Seperti pada saat kemarin dosen saya meminta untuk
melakukan perkuliahan berbasis online
melalui instagram fitur live. Lalu ada aplikasi aplikasi
tertentu di Playstore dan App Store mengenai pembelajaran yang
bermanfaat. Contoh aplikasi tersebut adalah aplikasi Duolingo, aplikasi ini adalah sebuah aplikasi belajar bahasa gratis
yang menyajikan dengan suara dan gambar agar pengguna dapat mengerti dan
belajar dengan baik.
Namun
seperti kita ketahui segala hal apapun yang ada di internet tidak selamanya
baik ada pula yang buruk. Maka dari itu kita perlu mengawasi dan mendampingi
anak ketika akan mengakses sesuatu di internet.
Tips
Belajar
Berikut ini tips agar
anak tidak cepat bosan dengan belajar yaitu:
Buat suasana belajar anak senyaman
mungkin
Ketika akan belajar
tentunya sang anak ingin memiliki suatu ruangan yang nyaman, entah itu di
taman, di rumah, di kamar atau dimanapun. Nah orang tua harus mengerti agar
sang anak tidak cepat bosan dengan belajar, mencoba suasana yang baru misalnya
dengan belajar di taman. Maka dari itu pendidikan yang akan dituju tidak
terlalu sulit karena sang anak rajin belajar.
Awasi dan Dampingi ketika anak sedang
mengakses internet
Orang tua perlu
mengawasi dan mendampingi anak dan mengetahui perkembangan belajar anak. Ketika
anak akan mengakses sesuatu di internet kita ajarkan bagaimana belajat
melalui internet itu dan memanfaatkannya
dengan baik. Karena jika internet digunakan secara baik, akan bermanfaat bagi
kita.
Berikan hiburan
Biasanya ketika belajar
anak suka malas dan suntuk karena terlalu lama fokus pada buku. Nah alangkah
asyiknya kita gunakan pembelajaran dengan cara cara yang menarik contohnya
seperti membuat puzzle ketika
pembelajaran berlangsung. Lalu misal yang lain bermain game tetapi yang
berhubungan dengan pelajaran tersebut atau menggunakan teknik tebak tebakan agar
proses pembelajaran menjadi lebih seru. Selain itu kita bisa juga diselingi
dengan mewarnai agar sang anak berpikir bahwa belajar itu menyenangkan.
Sesekali ajak refreshing ke tempat
tempat alam agar tidak stress
Dengan mengajak anak ke
tempat yang hijau-hijau, otak dia akan jernih dan fresh sehingga jika melakukan
belajar lagi dia tidak akan tertekan.
Selain itu dengan menghirup udara segar otak akan berjalan dengan lancar
seperti air yang mengalir di sungai yang jernih.
Keterlibatan
Keluarga dalam Pendidikan Anak
Keterlibatan
keluarga dalam pendidikan anak sangat penting, agar anak tersebut dapat
memahami apa yang seharusnya ditiru apa yang tidak dan tentunya sang anak tidak
melenceng dan tetap berada dalam pendidikan yang baik. Kita sebagai orang tua
pun harus cerdas dalam menggunakan internet, agar sang anak dapat meniru apa
yang dilakukan dan dicontohkan oleh kita. Apabila kita menggunakan internet
untuk kebaikan maka akan menghasilkan kebaikan pula.
Selain
internet, ada juga pendidikan melalui televisi, seperti contoh seorang anak
kecil berumur 5 tahun hafal dengan lagu lagu wajib nasional, lalu hafal
pancasila bahkan menteri menteri di Indonesia pun dia hafal. Ia bernama Adeeva
M. Deeva hafal menteri menteri melalui TV. Pada saat menonton televisi ia
didampingi oleh ayah dan ibunya, lalu ia bertanya “Pa itu siapa?” “Pa dia
siapa?” jadi dia mengetahui hal tersebut karena ayah dan ibunya mengatur dan
mengontrol tontonan anak.
Didikan yang diatur
oleh Ibu dan Ayahnya Diva ini dengan cara mempertontonkan yang positif seperti
berita dan akhirnya Diva mencerna tontonan tersebut lalu menghafalkan nama-nama
pejabat di Indonesia. Peran ayahnya dan ibunya menjadi sangat penting untuk
menghasilkan anak sepintar ini. Tidak hanya itu, dalam era milenial ini
anak-anak dibawah umur sudah ada yang meminta smartphone dan menggunakannya. Namun ayah dan ibunya Diva tidak
memberi smartphone padanya karena
ntuk membuka handphone saja mereka sembunyi sembunyi agar tidak ketahuan. Hal
itu membuat anak tersebut jernih dari
hal-hal negatif dan semakin banyak hal positif yang masuk.
Yang dilakukan orang
tua Diva ini bisa menjadi inspirasi bagi para orangtua generasi milenial. Sang
anak harus dipertontonkan yang jelas dan tentunya diawasi serta tidak
memberikan smartphone ketika masih
berada di bawah umur agar proses pembelajaran dan sesuatu yang ia tangkap
menjadi maksimal. Karena dibalik anak yang hebat ada orang tua yang mendukung
dan mengajarkannya.
Bagaimana
jika sang anak tidak mau belajar dan malah bermain game terus?
Nah kita sebagai orang
tua harus betul-betul mengerti bahwa otak anak pun butuh hiburan seperti
bermain game, jalan jalan dsb. Kita
pun perlu melihat perkembangan anak dalam proses belajarnya. Maka dari itu kita
berusaha melatih agar anak dapat berpikir bahwa pendidikan itu sangat penting
untuk masa depan. Seperti kata pepatah yang populer bersusah susahlah dahulu
baru bersenang senang kemudian.
Sesekali boleh sehabis
belajar diselingi bermain game namun
memakai aturan waktu. Misalkan 10 menit belajar 5 menit bermain game atau terserah maunya sang anak
bagaimana. Agar anak tidak terlalu stress dengan belajarnya. Waktu bermain game juga perlu diawasi, jangan
keseringan memanjakan anak dengan menggunakan game terutama game online.
Karena jika sang anak terus terusan bermain game
online tersebut maka akan menjadi malas dan asyik dengan permainannya
tersebut.
Hal itu dialami saya
ketika saya terlalu kecanduan dengan game
online. Saya pun merasa bahwa ketika bermain game online pikiran saya hanya ingin bermain. Akibatnya tugas atau
pun kegiatan yang lain terbengkalai. Tipsnya mungkin harus membatasi bermain game agar tidak terus-terusan bermain karena
bermain game terlalu lama hanya
membuang buang waktu. #sahabatkeluarga
Referensi: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3554





Komentar
Posting Komentar